Terlayang kabar di angin selayang
Berita tabahmu Baitalmuqaddis
Kami mendengar cemas dan bimbang
Hati di dalam kembang kempis
Berita tabahmu Baitalmuqaddis
Kami mendengar cemas dan bimbang
Hati di dalam kembang kempis
Tampak bayangan di awan petang
Gambaran nasibmu, Palestina
Kami memandang hiba dan sayang
Semangat di dalam bergelora
…
Kami merasa nan Tuan rasa
Kami menanggung yang Tuan tanggung
Kita besaudara dalam agama
Kita senasib kita seuntung
….
Gambaran nasibmu, Palestina
Kami memandang hiba dan sayang
Semangat di dalam bergelora
…
Kami merasa nan Tuan rasa
Kami menanggung yang Tuan tanggung
Kita besaudara dalam agama
Kita senasib kita seuntung
….
MENANGIS, MENANGISLAH, PALESTINA
Menangis, menangislah, Palestina. Menangislah dengan isakan paling kekal. Sebab, dari tangismu jua, sungai-sungai sorga tercipta. Siapakah berkecipak di sungai itu, memainkan ricik-ricik air bagai suara gerimis yang turun meggugurkan segala luka? Para nabi yang tak henti-henti menyebut namamu.
Masjidil Aqsha
Palestina
Gaza
Masjidil Aqsha
Palestina
Gaza
―Izinkan kiranya sungai-sungai itu bermuara di hatiku.
Menangis, menangislah, Palestina. Menangislah dengan raungan paling baka. Sebab, dari tangismu jua, kebun-kebun sorga tercipta. Siapakah memandang pepohonan yang rimbun di kebun itu, memetik bebuahan yang ranum beraroma anggur? Para nabi yang selalu mengingatmu.
Masjidil Aqsha
Palestina
Gaza
Masjidil Aqsha
Palestina
Gaza
―Izinkan kiranya kebun-kebun itu beroma anggur dalam doaku.
Langit pun menangis, Palestina. Bulan pun menangis. Bintang-bintang menangis. Sebab, mereka tahu: burung-burung yang tercipta dari tangismu telah tiba di sorga.








0 komentar:
Posting Komentar