BTemplates.com

Kamis, 01 November 2018

Penyebab Broken Home

Penyebab Broken Home

Beberapa penyebab yang seringkali menjadi pemicu terjadinya broken home ialah;
1. Perceraian – Baik berpisah dengan diawali perseteruan maupun dengan cara baik-baik, peceraian masih akan membawa dampak yang kurang baik bagi psikologi anak. Mengetahui bahwa orang tuanya tidak lagi bisa bersama merupakan kekecewaan tersendiri bagi mereka. Terlebih bagi mereka yang setelah terjadinya perceraian hubungan antarkeluarga justru semakin renggang.
2. Orang tua yang tidak dewasa – Ketidakdewasaan orang tua dalam menyikapi berbagai permasalahan seringkali menjadi penyebab terjadinya broken home. Padahal adanya permasalahan dalam rumah tangga merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Sehingga jika tidak disertai dengan sikap dewasa, bisa jadi setiap adanya masalah yang menghampiri justru akan menjadi ujung tombak keretakan rumah tangga mereka.
3. Orang tua yang kurang bertanggung jawab – Setiap pernikahan tentu saja membutuhkan adanya tanggung jawab yang besar baik bagi suami maupun istri. Mulai dari terpenuhinya nafkah, merawat rumah, membesarkan anak, mengatur pengeluaran rumah tangga dan lain sebagainya selalu menuntut adanya kerja sama serta tanggung jawab besar bagi setiap pasangan. Sehingga jika ada salah satu pihak saja lalai dari tanggung jawabnya, maka keharmonisan rumah tangga tentu akan bemasalah.
4. Kurangnya nilai-nilai agama – Pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan termasuk kepada keluarga. Sehingga,  jika seseorang telah benar-benar memegang teguh pada nilai agama, maka tidak mungkin baginya untuk berlaku buruk pada keluarganya. Sebaliknya, ketika nilai-nilai tersebut kurang atau bahkan sama sekali tidak ada, maka akan dengan mudah bagi seseorang untuk berlaku buruk pada sesame, meskipun itu keluarganya.
5. Permasalahan ekonomi – Perekonomian rumah tangga yang tidak stabil seringkali memicu terjadinya perselisihan antara suami istri. Jika masalah ini tidak segera diseleseikan serta tidak disikapi dengan bijak, maka tentu saja dapat mengancam keutuhan rumah tangga mereka.
6. Hilangnya keharmonisan rumah tangga – Suasana rumah tidak lagi nyaman jika keharmonisan di dalamnya telah berkurang atau bahkan sudah tidak ada. Kesibukan orang tua, atau adanya orang ketiga juga kerap menjadi alasan seseorang tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangganya.
Mengatasi Dampak Broken Home pada Anak
Namun jika memang broken home telah menimpa keluarga kita dan  melibatkan anak-anak, maka ada baiknya jika kita segera melakukan pendekatan kepada mereka untuk mengurangi dampak lebih lanjut yang tidak diinginkan. Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah;
  • Segera menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab broken home
  • Memperbaiki serta menjaga komunikasi terhadap anak agar tetap lancar dan kondusif
  • Berusaha membuat mereka nyaman sehingga anak bisa lebih terbuka mengenai segala sesuatu yang sedang ia rasakan atau alami
  • Meminta maaf kepada mereka dan menjelaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi
  • Menjelaskan bahwa keadaan tersebut bukan salahnya sehingga ia tidak merasa serba salah
  • Memberi pengertian bahwa ia akan tetap baik-baik saja meski orang tuanya tidak lagi bersama
  • Tidak membatasi pertemuan anak dengan ayah/ibunya
  • Mulai mengarahkannya kepada perilaku-perilaku positif secara perlahan
  • Memberikan pendidikan agama sebagai dasar perilaku normatif
  • Mengisi kegiatan luang mereka dengan hal-hal baru yang produktif dan menyenangkan agar dapat tersalurkan bakatnya
  • Memilihkan lingkungan sekolah maupun keseharian yang baik bagi anak serta mengawasi pergaulan mereka dengan sebaik-baiknya
  • Meminta pertolongan psikolog anak jika dianggap perlu



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

iklan

iklan

ANIMASI

Blogroll

BTemplates.com

SAKURA

Make Google view image button visible again: https://goo.gl/DYGbub Make Google view image button visible again: https://goo.gl/DYGbub

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive