Hijrah dan Hijab
Cerpen Karangan: Siti KhumaerohKategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 31 January 2017
Fajar perlahan-lahan mulai menampakan sinarnya dari ufuk timur, matahari bersinar lebih cerah pagi ini seolah memberi isyarat kebahagiaan setelah malam menyelimutinya tadi.
Ada yang aneh di sekolah hari ini. Aneh bukan karena gantinya guru matematika yang terkenal killer atau buntingnya kucing milik penjaga sekolah, tapi aneh karena penampilan tasya yang berubah drastis tiga ratus enam puluh derajat. Penampilanya yang tertutup seolah menjadi perbincangan yang menarik untuk disimak oleh para siswa-siswi di seantero sekolah, pasalnya tasya adalah cewek badung, keras kepala, juga seksi, hingga muncul pwlemikiran bahwa mustahil bagi tasya untuk berpenampilan tertutup apalagi berhijab.
Tasya melenggangkan kakinya di koridor sekolh yang nampak ramai dengan murid-murid yang baru datang. Semua mata tertuju padanya, ada yang menatap bingung, aneh, sinis dan ada juga yang menatapnya dengan penuh kagum. Seperti Anna, sahabatnya.
Mereka melangkahkan kakinya masuk kelas. Ya, tasya sadar betul bahwa orang yang pertamakali menyadarkanya untuk memakai hijab adalah anna, gadis yang lebih dulu mengenakan hijab. gadis yang bisa dibilang memiliki tingkat religius tinggi, gadis dis ampingnya.“subhanallah, kamu cantik banget sya” gumam anna memandang tasya dari atas sampai bawah seolah sedang menilai. tasya yang mendengarkan hanya tersenyum simpul.
“alhamdulilah, ini juga berkat kamu an, makasih ya udah ngenalin aku tentang hijab, aku sadar bahwa hijab itu penting banget buat dikenain sama wanita” tutur tasya
“barakallah fiki ukhty” gumam anna
“kenapa sih kamu pakai hijab, padahal hijab itu kan gak modis dan gak keren, kayak emak-emak lagi” tutur tasya siang itu.
Anna mulai menjelaskan sambil tersenyum tenang “karena memakai hijab itu merupakan kewajiban bagi setiap muslimah, Allah swt berfirman dalam surat al-ahzab ayat 59 yaitu: hai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh, yang demikian itu supaya mereka lebih kudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan allah maha pengampun lagi maha penyayang. dalam ayat tersebut jelaslah bahwa fashion itu bukanlah alasan umtuk tidak memakai hijab, tapi memakai hijab itu semata-mata hanya untuk menjalankan perintah allah dan mengambil manfaat yang ada. juga ada hadistnya loh, rasulullah saw bersabda yaitu: wahai asma sesungguhnya apabila wanita telah haidh (akil baligh) tidak boleh terlihat daripadanya kecuali ini dan ini. beliau menunjuk wajah dan tanganya (hr. abu daud dan baihaqi). maksudnya yang harusnya ditampakan oleh wanita adalah wajah dan telapak tangan selain itu wanita tidak boleh memperlihatkan bagian tubuhnya yang lain. apalagi memakai baju ketat dan mini yang memamerkan bentuk lekuk tubuh. karena itu kita harus memakai pakain longgar dan kerudung” jelas anna. tasya hanya manggut-manggut.
“tapi percuma berhijab kalo akhlak dan tingkah laku belum tentu baik kan?” ucap tasya
“meski akhlak belum tentu baik tapi setidaknya bisa menghindari satu dosa dari dosa yang lain dengan cara berhijab” jelas anna lagi “Allah hanya menginginkan kehormatan bagi hambanya dan jagalah kehormatanmu” lanjutnya berlalu pergi meninggalkan tasya yang masih mencerna penjelasan anna barusan. sejak itu tasya tersentuh hatinya untuk memakai hijab.
Anna mulai menjelaskan sambil tersenyum tenang “karena memakai hijab itu merupakan kewajiban bagi setiap muslimah, Allah swt berfirman dalam surat al-ahzab ayat 59 yaitu: hai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh, yang demikian itu supaya mereka lebih kudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu, dan allah maha pengampun lagi maha penyayang. dalam ayat tersebut jelaslah bahwa fashion itu bukanlah alasan umtuk tidak memakai hijab, tapi memakai hijab itu semata-mata hanya untuk menjalankan perintah allah dan mengambil manfaat yang ada. juga ada hadistnya loh, rasulullah saw bersabda yaitu: wahai asma sesungguhnya apabila wanita telah haidh (akil baligh) tidak boleh terlihat daripadanya kecuali ini dan ini. beliau menunjuk wajah dan tanganya (hr. abu daud dan baihaqi). maksudnya yang harusnya ditampakan oleh wanita adalah wajah dan telapak tangan selain itu wanita tidak boleh memperlihatkan bagian tubuhnya yang lain. apalagi memakai baju ketat dan mini yang memamerkan bentuk lekuk tubuh. karena itu kita harus memakai pakain longgar dan kerudung” jelas anna. tasya hanya manggut-manggut.
“tapi percuma berhijab kalo akhlak dan tingkah laku belum tentu baik kan?” ucap tasya
“meski akhlak belum tentu baik tapi setidaknya bisa menghindari satu dosa dari dosa yang lain dengan cara berhijab” jelas anna lagi “Allah hanya menginginkan kehormatan bagi hambanya dan jagalah kehormatanmu” lanjutnya berlalu pergi meninggalkan tasya yang masih mencerna penjelasan anna barusan. sejak itu tasya tersentuh hatinya untuk memakai hijab.
Di kantin tasya langsung menginterogasi anna soal ditolaknya kak ali oleh anna. salah satu cowok terpopuler di sekolah. dengan mimik ingin tau tasya mulai pembicaraan.
“an, kenapa sih kamu nolak kak ali?” tanya tasya
“gak suka aja” jawab anna singkat kurang jelas sambil menyantap bakso di depanya.
“tapi kak ali kan baik, ganteng, populer lagi, cocok banget sama kamu, masa kamu gak mau jadi pacarnya”
“sya kamu tau gak dalam islam otu gak ada yang namanya pacaran dan aku juga gak tertarik”
“gak tertarik? maksud kamu, kamu gak suka cowok alias lesb*an gitu” kata tasya tanpa bersalah membuat anna tersedak
“astaghfirullah, aku normal kali”
“terus…”
“begini..” anna mengunyah bakso yang dilahapnya lalu menelanya dan mulai menjelaslakan “meski tidak semua pacaran itu berujung pada zina tapi zina itu berawal dari pacaran Allah swt berfirman dalam surat al-isra ayat 32 yang berbunyi janganlah kamu mendekati zina, zina itu sungguh perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk. kalo aku pacaran otomatis aku sudah melanggar hukum allah bukanya aku sok suci tapi aku lebih takut kepada Allah daripada takut gak punya pacar lagian orang yang menjadikan kita pacar belum tentu jadi suami kita dikemudian hari kan” tasya yang mendengarkan hanya manggut-manggut
“jadi kamu gak mau pacaran?” anna menggeleng
Tasya amati baik-baik wajah sahabatnya dalam hati ia menggumam “sungguh mulia gadis di depanku apakah aku bisa menjadi dia?”
“an, kenapa sih kamu nolak kak ali?” tanya tasya
“gak suka aja” jawab anna singkat kurang jelas sambil menyantap bakso di depanya.
“tapi kak ali kan baik, ganteng, populer lagi, cocok banget sama kamu, masa kamu gak mau jadi pacarnya”
“sya kamu tau gak dalam islam otu gak ada yang namanya pacaran dan aku juga gak tertarik”
“gak tertarik? maksud kamu, kamu gak suka cowok alias lesb*an gitu” kata tasya tanpa bersalah membuat anna tersedak
“astaghfirullah, aku normal kali”
“terus…”
“begini..” anna mengunyah bakso yang dilahapnya lalu menelanya dan mulai menjelaslakan “meski tidak semua pacaran itu berujung pada zina tapi zina itu berawal dari pacaran Allah swt berfirman dalam surat al-isra ayat 32 yang berbunyi janganlah kamu mendekati zina, zina itu sungguh perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk. kalo aku pacaran otomatis aku sudah melanggar hukum allah bukanya aku sok suci tapi aku lebih takut kepada Allah daripada takut gak punya pacar lagian orang yang menjadikan kita pacar belum tentu jadi suami kita dikemudian hari kan” tasya yang mendengarkan hanya manggut-manggut
“jadi kamu gak mau pacaran?” anna menggeleng
Tasya amati baik-baik wajah sahabatnya dalam hati ia menggumam “sungguh mulia gadis di depanku apakah aku bisa menjadi dia?”
Jam yang didamba-dambakan para murid telah tiba kebetulan matahari tidak memamerkan cahayanya terhalang awan mendung yang semakin merayap menyelimuti langit
Di depan gerbang sekolah tampak tasya yang sedang menunggu pak parmin sopirnya, sudah setengah jam ia menunggu tapi pak parmin belum juga muncul sementara teman temannya sudah pulang ke rumahnya masing masing
Dari arah kanan terlihat mobil sedan hitam yang ditunggangi iqbal berhenti di depan tasya dan menawarkanya untuk pulang bersama. tapi tasya menolaknya namun hujan datang begitu deras hingga membuat tasya terpaksa menaiki mobil iqbal dan pulang bersamanya
Di perjalanan tidak ada kata kata yang keluar dari mulut tasya maupun iqbal, suasana terasa hening dan sepi hanya suara radio yang terasa begitu sumbang dan sesekali anna menatap ke luar jendela seakan sedang menghitung tetesan air hujan yang turun
“tasya, aku mau ngomomg sesuatu sama kamu” gumam iqbal
“apaan serius banget”
“kamu mau gak jadi pacar aku?” tanya iqbal lancar tanpa jeda yang membut tasya menoleh, pernyataan iqbal sukses tasya terkejut. bukan karena pertamakali tasya ditembak oleh cowok tapi karena orang yang mengatakan cinta iqbal. cowok yang pertamakali ditaksirnya, ingin tasya menerimanya tapi buru buru ia teringat penjelasan anna kemarin
“apaan serius banget”
“kamu mau gak jadi pacar aku?” tanya iqbal lancar tanpa jeda yang membut tasya menoleh, pernyataan iqbal sukses tasya terkejut. bukan karena pertamakali tasya ditembak oleh cowok tapi karena orang yang mengatakan cinta iqbal. cowok yang pertamakali ditaksirnya, ingin tasya menerimanya tapi buru buru ia teringat penjelasan anna kemarin
“tapi…”
“yes or no” iqbal memotong perkataan tasya. tasya doam sejenak sembari menundukan kepala dan menghembuskan nafasnya pelan pelan
“forgive me but i cant i wish u unserstand dont be angry please” ucap tasya
“no problem i’m understand i will not be mad at u but i will stay waith u until whenever” ucap iqbal seraya tersenyum tipis, meskipun begitu rasa kecewa terlihat jelas di mata iqbal membuat tasya tidak enak.
“yes or no” iqbal memotong perkataan tasya. tasya doam sejenak sembari menundukan kepala dan menghembuskan nafasnya pelan pelan
“forgive me but i cant i wish u unserstand dont be angry please” ucap tasya
“no problem i’m understand i will not be mad at u but i will stay waith u until whenever” ucap iqbal seraya tersenyum tipis, meskipun begitu rasa kecewa terlihat jelas di mata iqbal membuat tasya tidak enak.
Cerpen Karangan: Siti Khumaeroh







0 komentar:
Posting Komentar